Jombang Never Sleep

Jombang Never Sleep

Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” (Bung Karno)

Begitu dahsyatnya potensi yang dimiliki pemuda hingga Bung Karno hanya membutuhkan seorang pemuda saja agar dapat menguncang dunia! Apa jadinya, 16 Agustus 1945 yang silam golongan pemuda pada masa itu tidak memaksa Bung Karno untuk segera memproklamirkan kemerdekaan? Apa jadinya jika Arek-arek Surobyo tidak mengangkat bambu runcing dan bersimbah darah di Jembatan Merah Surabaya? Apa jadinya jika para pemuda tidak memempersatukan diri dan berikrar Sumpah Pemuda?

Begitu juga kami, pemuda Jombang. Kami tak mau berdiam diri. Bersiaplah menerima ledakan potensi kami. Kami punya mimpi tentang Jombang di masa depan. Lihatlah kami akan membuat Jombang menjadi bagian kota terpenting bangsa ini! Perhatikan bagaimana kami menjaga keseimbangan alam ini, hingga Jombang menjadi salah satu daerah kunjungan wisata ternama.

Itu karena kami telah berprinsip: bukan tentang apa yang telah kami dapatkan, tapi tentang apa yang kami persembahkan untuk bangsa ini!

Tak terbilang tokoh bangsa ini berasal dari Jombang. Bahkan baru-baru ini, Dr. Subhan yang berasal dari Peterongan menorehkan prestasi yang membanggakan di Negara Inggris Raya. Doktor jebolan Cranfild University jurusan Aerospace, Power and Sensor itu telah memenangkan lomba bergengsi ”MOD Grand Challenge” yang diselenggarakan oleh Departemen Pertahanan dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris, yaitu lomba menciptakan peralatan tempur.

Belum lagi Jombang juga menyimpan warisan kesenian budaya yang perlu dilestarikan. Misalnya Jarang Kepang Dor, Tari Bapangan, Tari Jepaplok, Tari Remo, hingga Besut. Di tangan p emuda lah, tersimpan harapan kesenian tersebut akan lestari dan menjadi kebanggaan negeri.

Jaran Kepang DorRemo Rekor Muri

Bahkan, literatur sejarah telah mencatat bahwa Jombang di masa silam adalah tempat dimana pusat Kerajaan Majapahit berdiri. Dimana pintu gerbang barat Kerajaan Majapahit berada di Desa Tunggorono, sedangkan pintu selatannya berada di Desa Ngrimbi (Bareng).

Itu karena kami, pemuda Jombang memiliki lifestyle yang berkesinambungan. Bukan menonjolkan kebarat-baratan hingga melupakan budaya daerah sendiri. Tetapi pemuda smart, tanggap, santun beragama, terdepan, peduli lingkungan, serta memiliki kearifan lokal akan budaya daerahnya.

Semoga dengan hadirnya Rossberry Donuts Coffee di Jombang, menjadi warna tersendiri serta wadah untuk menjembatani hingga melejitkan kreatifitas serta potensi pemuda Jombang!

Selamat !

Posted on Oktober 24, 2009, in Jombang Never Sleep. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.